Search

Tuesday, March 15, 2011

Give....and you will be given

Trip bulan ini ke mana ya? Hey, ada visit sponsor, event yang ditunggu selama beberapa tahun terakhir ini. Akhirnya, schedule cuti bisa match. Thank GOD! Ngajak Junita....she is in!:-)

Ketemu di Jakarta dengan teman-teman baru. Tak perlu waktu yang lama kita bisa berteman baik. Menit pertama, aku tahu bahwa trip ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. And its true....

Rp. 5000/hari, apa artinya buat kita? Terutama buat kita yang 'cukup' beruntung untuk dapat penghasilan mapan yang cukup. Juga untuk mereka yang tinggal di kota besar. Tapi siapa sangka uang sebesar itu berarti masa depan untuk seorang anak.

Give and you will be given....berilah maka kamu akan diberi. Sebuah sukacita luar biasa saat bisa bertemu anak asuhku si Lesti, sebuah rasa haru melihat begitu banyak orang berdedikasi yang masih mau berbuat banyak untuk orang lain di saat mereka punya jauh lebih banyak pilihan untuk hidup di tempat yang 'nyaman'. Tapi adalah lebih sukacita untuk memberi daripada menerima, dan itu adalah sukacita sejati.
,
Angkat jempol untuk semua fasilitator Wahana Visi Indonesia, yang memberi hidupnya untuk melayani. Upahmu besar di sorga, sahabat! Biarlah masing-masing kita melakukan bagian yang harus kita lakukan, kami mampu memberi, dan kalian yang mengolahnya dengan baik.

Mengutip kata Junita, kalau saja kita semua  mau memberi dan ada yang mengolahnya dengan benar....kita gak butuh pemerintah. We can manage our own prosperity by the act of giving and care. Ada benarnya...dan alangkah indahnya jika tiap-tiap kita diberi kerinduan untuk memberi. Kecil untukmu, berarti luar biasa untuk anak-anak ini dan masa depan mereka.

Rindu untuk merasakan sukacita yang kami rasakan? The choice is yours....

(If you have spare time, please open http://www.wvindonesia.org/ for more information)

http://www.wvindonesia.org/

You can give them a smile

My future is Victory

Those who give without asking

Monday, March 14, 2011

Hal Bersyukur

"Telah diputuskan oleh maskapai, dikarenakan alasan teknis, maka penerbangan ke Manado ditunda pada pukul 10.30. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini."

Hmm...delayed 2 jam. Wajah-wajah penumpang langsung berubah, ada yang marah, ngomel, tapi syukurlah...saya termasuk golongan yang pasrah. Cukup lama kerja di remote area yang mengharuskan naik pesawat kecil, saya jadi punya motto pribadi: "Lebih baik delayed di darat, daripada delayed di udara". It works! Tiap ada delayed, tidak ada perasaan dongkol. Karena pastinya semua delayed ada alasan yang logis...itu menurut saya.

Di Bandara Soekarno Hatta, sudah ada jurus juga untuk antisipasi delay...apalagi kalau pas naik low cost carrier: pindah ke Terminal 2. Yup, semua ada di sana...termasuk good coffee and good food, as well as good place to hang out.

Buru-buru pake bus shuttle (gratis), cepat grab a cup of cafe latte dan roti, dan naik lagi shuttle ke Terminal 1C. Dengan tangan full bawaan: majalah, HP, roti, kopi, eh...ada yang nelpon pula. Mas yang di samping saya sampe ketawa karena gerakan lincah pegangan tiap bus mau belok ('beruntung' karena tidak dapat tempat duduk).

Pas dapat tempat duduk, iseng ngobrol dengan Masnya. Eh, dia ramah banget:-). Sampailah cerita tentang kerjaannya, yang ternyata adalah tukang bersih restoran bandara, sambil jadi calo check-in (bisnis yang lagi ngetrend). "Kerjaan saya kotor. mbak. Cuma tukang bersih-bersih". "Eits, itu kerjaan halal lho". "Saya sebenarnya sukanya mulung, Mbak. Itu, ngumpulin botol bekas dan dijual lagi. Lumayan banget lho. Saya sudah punya supplier dan pembeli yang rutin. Saya memang suka dan telaten untuk bersihkan botol-botol bekas dan dijual lagi". "Wow, mulia sekali kerjaannya. Bisa bantu daur ulang sampah dan bersihkan lingkungan". "Yah, lumayan buat bantu adik saya sekolah dan bantu keluarga di kampung. Nanti kalo adik sudah lulus, mau saya ajak kerjakan bisnis itu, Mbak. Tapi tunggu dia lulus dulu. Saya jadi semangat nabung buat beli mesin pencacah botol, biar bisa dijual lamgsung ke pabrik buat di daur ulang, jadikan plastik lagi".

Tiba di terminal 1C (cepat amat!), kita turun berdua, mestinya dia turun di terminal sebelumnya ternyata.
"Makasih ya sharingnya, Mas. Saya doakan cita-cita mulianya tercapai."

Saya jadi mikir, berapa dari kita yang punya hati yang seperti orang ini. Mengerjakan 3 pekerjaan (halal) untuk keluarganya dan mikir panjang untuk kehidupan ke depan. Itulah mungkin sisi lain orang yang hijrah ke kota, yang mau keluar dari zona nyaman desa dan dekat keluarga....supaya  bisa berjuang di tempat di mana persaingan begitu banyak.
Contoh yang satu ini adalah yang bisa selamat dalam persaingan, menurut saya. Karena di tengah kehidupan kota yang bisa jadi sangat jahat, dia masih berani untuk bercita-cita tinggi & mulia dengan cara halal.

Apakah anda juga?

Apapun pekerjaan itu, harus disyukuri sebagai berkat TUHAN